female driver

beberapa bulan yang lalu, di suatu siang di Hari Jumat, saya memesan Gojek dari Stasiun Cikini. Tujuan saya ke kantor. Setelah pesan, saya menunggu driver datang di KFC seberang stasiun. Sambil menunggu, terus terang saya tidak melihat nama driver saat itu.

begitu dia datang, saya kaget karena driver yang datang PEREMPUAN! Well, bukan mbak” sih, tapi lebih ke ibu” yang usianya gak jauh berbeda dari usia ibu saya. Selanjutnya, karena sudah ditunggu atasan dan saya gak tega untuk meng-cancel, akhirnya saya memutuskan untuk naik aja ke jok motor sang Ibu.

perjalanan yang harusnya cuman 15 menit (bisa 10 menit sih, soalnya lalu lintas di Kramat lancar banget) menjadi superlama karena sang Ibu memilih untuk menerapkan safety riding alias ngegasnya pelan” dan gak mau nyalip mobil/motor di depan. Saya sempet mengintip ke speedometer dan benar, kecepatannya cuman 25-30 km/jam.

Heuheuhu

hari Rabu kemarin, saya harus pulang jam 8 malam karena ada rapat. Seperti biasa, saya memesan Grab menuju Stasiun Cikini. Sama seperti di awal, saya gak melihat nama driver. Begitu dapat, ya langsung saya chat dengan template standar

“halo mas, tunggu seberang kimia farma ya. Jaket coklat”

saya mulai curiga ketika dia datangnya agak lama. Padahal biasanya driver Grab cepet datang ke lokasi rendezvous saya. Begitu dia datang, ndilalahhhh DAPAT IBU” PEREMPUAN LAGI!

mana dia tanya lagi,

“Ini Cikininya stasiun atau mana, mas?”

walah, alamat bisa lama ini. Padahal, anak” saya udah nunggu di rumah…

“ya udah, bu, biar saya aja yang nyetir”

Hahaha. Baru kali ini. Saya nyupirin driver Grab. Agak aneh juga sih padahal Ibu itu pake helm dan jaket Grab tapi duduknya di belakang. Atasan saya yang ngeliat aja sampe ngeledek

“Ini baru emansipasi…”

Baarakallahufiikum

Iklan

raisins

“At-tazabbub qabla at-tahashrum”

itu adalah ungkapan bangsa Arab yang artinya: “Menjadi kismis sebelum menjadi anggur muda”

maksudnya adalah seseorang yang tampil seakan-akan produk jadi/instan tanpa berproses. Dalam dunia pengajian, banyak yang tidak sadar terjerumus ke dalamnya. Padahal, ia belum merasakan berlelah-lelah menempa diri dalam menuntut ilmu. Ia berkomentar pada suatu urusan seakan-akan dialah ahlinya. Baru belajar kemarin sore, lalu memberikan komen seakan-akan dirinya Syaikh. Baru baca sepintas dua pintas, lalu dengan gagah berani maju ke dalam garis depan perdebatan.

haishhh

semoga saya bukan termasuk di dalamnya

good liability

saya termasuk orang yang paling susah nolak permintaan hutang seseorang

awal desember lalu, salah satu kawan di Jakarta, mengirim pesan WA. Kawan ini inisialnya AZ. Saya kenal beliau di kajian ummahat Kebayoran Baru tahun 2013. Waktu itu, ya posisi dia sama seperti saya. Nungguin istri mengikuti kajian. Pas kenalan, beliau ini rupanya tinggal di Limo Depok. AZ termasuk orang yang pendiam. Dia lebih memilih main sama anaknya Z daripada harus duduk” dan ngobrol bersama bapak” yang lain.

Secara umum bisa digambarkan kayak gini deh: datang-nungguin anak main-istri selese taklim-pulang.

lalu 2 tahun kami lose contact. Tahun 2015, saat kami sudah tinggal di Bogor, istri beliau mengirim pesan WA ke istri saya. Rupanya sekarang istrinya ikut membantu suaminya dengan berjualan kerupuk. Karena kasihan dan juga berniat menolong sesama teman, kami pesan lah kerupuk itu. Gak nyangka, ternyata mereka berdua nganter kerupuk itu dari Limo ke rumah. Padahal, lokasinya jauh dan pesanan kami juga gak seberapa. Dari situ, saya mendapat kesan bahwa orang ini emang sungguh” dalam menjalankan usaha. We really got positive vibes from these couple trying to survive in cruel Mother Jakarta.

Balik ke pesan WA di atas, karena kesulitan ekonomi, sekarang AZ terpaksa harus menaruh anak dan istrinya di Kebumen. Membiarkan AZ sendirian bekerja di Jakarta. Sebagai tukang masak di Cibubur. Kadang” juga berperan sebagai kurir apa aja. Beliau menjelaskan di pesan tersebut bahwa dia membutuhkan sejumlah uang. Namun, karena waktu itu saya juga sedang gak punya uang, saya hanya bisa meminjami separuh dari yang ia inginkan.

Setelah saya kirim uangnya via rekening, dia berjanji akan mencicil flat selama 10 bulan. Saya pribadi tidak masalah. Saya percaya sama dia. Malahan, saya bilang ke dia kalau saya tidak akan menagih utangnya. Sekaligus mengingatkan bahwa utang yang gak terbayar akan saya jadikan senjata di akhirat nanti sebagai pemberat timbangan amal saya. Serem ya? Hehehe. Tapi, saya yakin AZ sudah tau ilmu tentang hutang berhutang. Jadi, saya kalem aja.

dan bener loh, dari Januari sampe Juni dia rutin mencicil utangnya di tanggal 10. Di bulan Juli mulai terjadi keanehan. Kok tumben ya AZ gak ngirim uang. Tapi saya buang jauh” pikiran dia bakal mangkir. Bulan Juli terus berjalan sampai jalan bulan Agustus.

Tak dinyana dan tak diduga, awal Agustus, dia mengirim pesan WA lagi bahwa dia akan melunasi sisa utangnya siang tersebut. Oh maasyaAllah. Mungkin selama bulan Juli, dia bekerja keras untuk melunasi hutangnya ya. Dan begitulah, kisah hutang piutang saya dengan AZ. Utang yang harusnya dicicil selama 10 bulan, lunas di bulan kedelapan

percayalah kawan, punya hutang itu gak enak banget. Rumah saya aja cicilannya masih 8 tahun lagi. Heuhueheu

banyuwangi day 1

Setelah Tanjung Lesung, Lembang, Ciwidey, dan Bromo, rapat koordinasi kantor tahun ini dilaksanakan di kota paling timur di Pulau Jawa alias Banyuwangi. Wuhuuuuuu

*

Landing di Bandara Blimbingsari mulus sekali. Begitu keluar dari pesawat, saya ngiranya bandaranya biasa aja kayak Silangit atau Bungo. Ternyata enggak. Bandaranya modern dan minimalis. Banyak sekat” udara di langit”, nuasanya kayu, dan dilengkapi banyak kolam ikan. Bikin adem mata ngeliatnya. Mantap pak Bupati!

img_20180811_15484883666105.jpg
salah satu sudut ruang tunggu di Bandara Blimbingsari. Bisa sambil kasih makan ikan sembari ngeliat pesawat landing dan take off

Selanjutnya, kami menuju rumah dinas Bupati yang sekarang menjadi tempat wisata. Di sana kami melihat sumur Sritanjung yang dikeramatkan warga, berbelanja di pasar, dan mampir di Asrama Inggrisan, tempat orang Inggris merelay telegram yang dikirim dari Singapur ke Australia. Bersejarah sekali.

img_20180809_1007221715776378.jpg
di balik bangunan ini ada sumur Sritanjung yang terkenal keramat

Di ketiga tempat tersebut di atas, kami diwajibkan membuat vlog, mencari objek tertentu, dan mewawancarai orang secara spesifik. Seruuuuuu banget

img_20180811_074357486686420.jpg
santai kayak di pantai di el royale hotel

lalu, kami check in di El Royale Hotel. Nah ini keren juga hotelnya. Bangunan utamanya mengelilingi kolam renang. Malah, kami sudah punya ide untuk melakukan polo air di sana (baru terlaksana di hari ketiga). Hehe

setelah rebahan bentar, kami bersiap ke Kemiren. Sebuah desa yang emang diset menjadi desa wisata di Banyuwangi. Rumah” di sana juga masih menjaga bentuk asli arsitektur Blambangan. Begitu sampai, kami disambut oleh Tari Barong. Mirip” sama barongsai dari China tapi yang ini lebih cute dan gak banyak berulah. Hihihi

Kami diarak menuju Balai Desa Kemiren oleh warga setempat. Selanjutnya, kami dipertontonkan Tari Gandrung Banyuwangi yang fenomenal sekaligus diceritakan sejarah santet dan pelet (gak lupa, hakekat Jaran Goyang yang udah mendunia). Bagi yang pengen bersantai, warga desa menyediakan kopi khas Ijen yang bisa dinikmati secara gratis. Piring” yang berisi jajanan pasar juga melimpah di sana. Maklum, rombongan kami kan banyak ya. Ada 140 orang

TITO9130
warung kemarang deket kemiren | it wasn’t me who took this picture

kami makan malam di warung Kemarang. Lokasinya sih ya dekat Kemiren juga. Nah di sini kami disuguhi nasi tempong Banyuwangi yang puedesnya minta ditempong (tampar) sampai pecel pithik yang gurih. Gak lupa, para peserta yang pengen, bisa menari bersama penari tradisional yang disediakan oleh pihak restoran. Karena malam makin larut dan udara makin dingin (maklum Kemiren letaknya di kaki Gunung Ijen (tapi ya masih agak jauh juga sih)), kami pun beranjak ke hotel untuk istirahat.

gak sabar nunggu acara besok…

picking up

Tadi siang, saya minta izin ke atasan saya untuk pulang ke rumah karena istri saya sedang gak enak badan. Kelelahan karena hamil anak ketiga. Gimana gak lelah, lagi hamil 6 bulan tapi masih nganter dua bocil ke sekolah

Alhamdulillah, perjalanan KRL siang itu sangat bersahabat. Sesampainya stasiun Cikini, datanglah KRL Bogor jam 11.05. Perjalanan kereta juga sangat lancar. Tidak ada halangan berarti seperti kereta ditahan” atau apalah. Saya sampai stasiun Cilebut jam 12.10.

Selanjutnya, saya menuju sekolah anak saya. Jemput istri dan anak”. Begitu sampai, ya ampun Shafiyyah dan Hanzhalah langsung berbinar” matanya ketika melihat saya

“AYAHHH…. AYAHHH… YEE DIJEMPUT AYAH YEE!!!”, kata keduanya. Kompak.

Saya terharu sekali dengan reaksi mereka. Sudah 3 tahun ini, Shafiyyah ikut ibunya ngajar di sekolah (tahun ini baru resmi sekolah), baru kali ini saya jemput mereka di sekolah pas jam pulang.

Saya gak tau pengaruh penjemputan seorang ayah bagi anak. Akan tetapi, tadi siang kerasa banget ada bonding yang gak biasa antara Shafiyyah dan saya.

Yang biasanya dia gak mau dikelon sama saya (maunya sama Ibunya), kali ini dia ndusel” sama saya.

Yang biasanya gak mau dipeluk” (biasanya malu karena udah gede (halah, gede opo to nduk, wong kamu baru 4 tahun)), kali ini mau dipeluk sambil dielus”

Siang ini sungguh indah sekali

Bagi saya, #BahagiaItuSederhana memang

Sesederhana punya anak yang cute dan manut sama saya

Bersyukurlah kalian, para Ayah, yang bisa menjemput anak” kalian setiap hari dari sekolah. Selamat merasakan bonding terbaik yaa

independence day effect

Kurang dari 2 minggu sebelum hari ulang tahun ke-73 Republik Indonesia, banyak perubahan terjadi yang saya pantau di beberapa daerah

  • Dulu, jalan tembus belakang Olympic, sekitar Pomad, belakang Stasiun Cilebut, sampe dekat Komplek PDK Bogor itu jalannya lubang”. Tapi, itu dulu. Sekarang jalannya muluss habis diaspal. Alhamdulillah 17an membawa berkah nih. Hehehe
  • Hari Ahad kemarin, saya ajak dua bocil muter” naik motor. Alasannya simpel aja. Dari dalam rumah, terdengar suara berisik komentator lomba” 17an yang dikumandangkan via speaker. Ya udah, saya angkut mereka (as in bocil) memonitor pelaksanaan lomba” di kampung sekitar rumah saya. Hasilnya lumayan. Hanzhalah seneng banget ngeliat lomba bocah” main bola. Shafiyyah? Ya karena dia cewek dan mungkin udah kodratnya cewek gak suka liat bola kali ya, manyun aja dia. Ya saya sebagai bapak gak kurang akal juga sih. Menjelang pulang, saya belikan mereka es krim Glico Wings di Komplek PDK. Slarp….slurp…..slarp…..slurpp….hmm enak juga ternyata. Bisa jadi referensi lah. Maklum, selama ini konsumsi es krim cuman sebatas Wall’s dan Aice doang. Hehehe
  • Selain itu, karena sehari setelah 17an nanti ada pembukaan Asian Games, jalan” di sekitaran Jakarta sekarang jadi warna-warni. Semarak banget! Seneng ngeliatnya. Semoga acara nanti bisa lancar dan Indonesia bisa masuk 2 besar kayak Asian Games Jakarta 1962 ya. Aamiinn

clean up please

Seperti biasa, hari Sabtu dan Minggu adalah hari keluarga. Aktivitas sudah dimulai setelah Shubuh

“Mas, jalan” yuk ke Kebun Raya”

Karena ajakannya sangat menggiurkan (baca: murah) dan anak” yang memang perlu rekreasi, berangkatlah kami pagi itu ke Kebun Raya Bogor.

Rekreasi kami sebenarnya biasa saja. Parkir di samping kantor Walikota Bogor lalu menyeberang ke pagar Kebun Raya. Taklupa kami membeli dua kresek wortel

Tujuan kami sederhana memang. Kasih makan rusa istana. Tapi, ide yang simpel seperti itu saja sudah membuat anak” hepi setengah mati. Tak terhitung senyuman dan gelak tawa anak” saat kasih makan rusa.

Saya kasih rahasia ya. Kasih makan rusa istana idealnya antara jam 6 pagi sampe setengah 8. Lewat dari itu, jarang ada rusa yang mau ngedeketin pager. Mungkin jam segitu adalah jam rutin makan mereka di istana

Kelaparan, kami pun meluncur ke gerai Burger King yang baru buka di Lodaya. Karena masih pagi dan masih baru buka, tentunya masih sepi dong. Well, gak sepi” amat sih. Dua meja terisi sebenarnya

Pagi itu jadi terasa lebih lengkap setelah kami tahu bahwa di BK ada tempat permainannya juga! Wah, Hanzhalah sampe bosen naik seluncuran. Hehehe

Saat kami lagi makan, customer di meja sebelah saya selesai makan. Ngeluyurlah mereka ke pintu keluar. Wah, mungkin mereka gak baca plang di pojokan untuk sebaiknya membersihkan sisa makanan sendiri

Selesai makan, saya coba membereskan sisa makanan dan membuangnya di tempat sampah pojokan. Tak dinyana dan tak diduga, pas kami mau keluar, 3 orang kasir di belakang mengucapkan dengan lantang

“TERIMAKASIH, PAK, DATANG KEMBALI YA”

Wah, gara” ngebersihin sisa makanan sendiri, kami dapat ucapan terimakasih. Padahal, orang sebelum saya gak dapet lho. Hehehe.

Jangan lupa membersihkan sisa makanan kalian yaa

Baarakallahufiikum