real happiness

terkadang…

Kalau melihat kawan kantor sudah memiliki mobil, saya jadi berandai”, enak kali ya kalau punya mobil. Anak sudah 2. Kasihan mereka panas”an terus naik motor. Kalo macet”an di dalem mobil, mungkin mereka gak bete lagi. Hepi. Kan adem dan tertutup

lalu saya mikir….

Lah rejeki masing” kan beda”. Yang saya lihat memang mereka punya mobil, tetapi ternyata mereka belum punya rumah. Sedangkan saya sudah memiliki rumah. Dibantu Allah lagi dalam proses mendapatkannya. Lagipula, kalo mau ke mana” tinggal pesen taksi online saja cukup. Mudah. Gak ribet

terkadang…

Di satu malam, saya dapat tertawa” bersama anak” dan istri. Kadang juga, besoknya ada aja yang membuat hati ini kesel. Mau anak yang gak nurut lah, cekcok sama istri lah, ini lah, itu lah

lalu saya mikir…

Harusnya saya bersyukur memiliki keluarga yang sehat”… Alur nasib telah membawa saya kepada jalur “telah-memiliki-2-anak-menjelang-3″. Padahal ada kawan yang sekarang mendamba dalam memiliki jodoh, ada juga yang sudah lama nikah tetapi belum dikaruniai anak, ada juga yang sudah memiliki anak tetapi anaknya harus diberi perlakuan khusus…

terkadang….

Saya punya pikiran, kok rasanya susah sekali nabung. Penghasilan seringkali berkurang untuk pos” yang gak direncanakan sebelumnya

lalu saya mikir lagi…

Lah masih enak saya punya gaji bulanan yang jauh melebihi UMR. Kalo pensiun, dapat pensiun lagi. Dibandingkan dengan kawan” yang kerja di pabrik dan/atau harus berpanas”an demi pergi kulakan, tentu saja saya jauh lebih beruntung dapat duduk bekerja di kursi yang empuk di ruangan ber-AC.

Bersyukurlah…

Niscaya nikmatmu akan ditambah…

Jika engkau sedih…

Maka ingatlah, bahwa di dunia ini tidak ada kebahagiaan yang hakiki…

Kebahagiaan yang hakiki ya di surga…

Sungguh benar perkataan ulama zaman dulu

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata:

مع كل فرحة ترحة.

“Bersama setiap kegembiraan ada kesedihan.”

Shahih, az-Zuhd karya Abdullah bin al-Mubarak, no. 347

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu berkata:

ما ملئ بيت حبرة إلا يوشك أن يُملأ عبرة.

“Tidaklah sebuah rumah dipenuhi dengan kenikmatan dan kebahagiaan kecuali sebentar lagi akan dipenuhi dengan air mata dan tangisan.”

Shahih, az-Zuhd karya Abu Dawud, no. 145

Baarakallahufiikum

Iklan

fasting effect

Saya bukan tipe orang yang suka mendengarkan ceramah saat shalat tarawih. Tujuan saya datang ke masjid ya untuk shalat tarawih (dan witir). Sisanya saya anggap kurang relevan.

Itulah mengapa, saat saya tinggal di Bintaro, medio 2013-2014, hampir setiap malamnya saya keliling. Tujuannya ya nyari masjid yang gak ada ceramahnya. Mulai dari Masjid An Nuur PJMI, Masjid Al Nashr Sektor 5, Masjid Baitul Maal STAN, sampai dengan masjid di Giant Bintaro, resmi sudah saya jabanin.

Ya saya mah orangnya gitu. Hehehe.

Intinya, kalo saya tahu masjid tersebut ada ceramahnya, saya akan memilih duduk di barisan paling belakang, lalu mengaji dengan suara pelan. Penceramah bisa ceramah dengan tenang, yang ngedengerin bisa menyimak dengan seksama, dan saya bisa mengaji dengan penuh kekhusyukan. Everybody happy lah ya.

Namun, kemarin 28 Mei 2018, di Masjid Al Muhajirin Saba Utama, suasananya terasa berbeda. Isi ceramahnya unik. Memang sih penuh dengan unsur komedi karena hampir sepanjang durasi ceramah, sebagian besar jamaah tertawa. Saya sendiri tidak (tertawa dan ngerti isi ceramahnya) karena ceramah disampaikan dengan bahasa campuran, Indonesia dan Sunda.

Kata bapak imam, yang namanya efek dari puasa kita itu hanya bisa dilihat oleh orang lain. Lalu beliau memberikan contoh, binatang ulat dan ular. Keduanya berpuasa. Ulat berpuasa menjadi kepompong. Lalu sekitar 14 hari kemudian, ia berubah menjadi kupu”. Dari sesuatu yang membikin jijik orang, ia bertransformasi menjadi sesuatu yang indah dan dicintai.

Bagaimana dengan ular? Ia berpuasa juga tentunya. Apakah menjadi indah sebagaimana ulat menjadi kupu”? Oh ternyata tidak. Hasil puasa ular hanya akan menghasilkan kulit yang lebih mengkilat dari sebelumnya. Adapun tabiatnya yang kejam dan bentuknya yang membuat takut orang masih sama saja.

Bagaimana dengan puasa kita? Semoga dengan puasa, kita bisa berubah menjadi kupu” yah. Dicintai banyak orang dengan bertambah baiknya akhlak dan ibadah kita.

Baarakallahufiikum

first post

Malam ini, 26 Mei 2018, pukul 21.19 WIB, kedua anak saya sudah tidur dengan lelap. Begitu juga istri saya. Sepertinya mereka kelelahan setelah sesiangan ini habis ngemall nyari baju lebaran buat anak”.

Dan emang mall rame banget sik. Padahal baru hari kesepuluh Ramadhan lho. Bisa jadi ini dipicu oleh terbitnya aturan dari Pemerintah untuk memberikan THR buat PNS dan pensiunan. Karena aturannya udah ada dan pasti dicairin, mungkin rangorang jadi “ijon” atau “diakui pendapatan”. Nyerbu mall deh buat belanja.

Well, setelah sepuluh tahun memakai blogspot, mungkin sudah saatnya saya hijrah. Hijrah mencari suasana baru. Hijrah mencari dunia baru melalui koneksi blog wordpress yang tiada batas.

Karena app wordpress di hp user friendly banget (gak kayak blogspot), mungkin ke depannya, blog ini akan diisi oleh tulisan saya sendiri (tidak seperti blog di blogspot yang kebanyakan cuman copas faedah. Hehehe)

See you when I see you!

Baarakallahufiikum