loving my kids in my own way

wahai saudaraku…

anak adalah nikmat yang Allah anugerahkan kepada setiap orangtua dan sekaligus fitnah bagi keduanya. Merekalah aset termahal kita, merekalah simpanan yang paling berharga, merekalah tumpuan harapan kita. Akankah kita rela perhatian mereka dicuri orang lain?! Akankah kita tega membiarkan masa emasnya terbuang sia” dengan percuma?! Akankah kita percayakan waktu berharganya habis bersama babysitter yang tidak kenal syariat agama?! Akankah kita merasa aman dari tipu daya setan yang siap menjerat leher” mereka?!

wahai para bapak…

mengapa kalian terlena dengan kesibukan duniawi yang nisbi sementara anak” kalian mengais kasih sayang di jalanan?!

wahai para ibu…

tidakkah kalian sadar? anak” kalian merintih, menangis, bahkan meronta” dalam penjara rumah kalian, sementara kalian bercanda, tertawa terbahak” bersama teman kerja yang tidak mendatangkan kecuali kerasnya hati dan jiwa kalian.

wahai para orangtua…

mengapa kalian tega meninggalkan buah hati kalian bersama pembantu rumah tangga demi mengejar karir dan prestasi yang belum pasti…

kembalilah kalian, kembalilah bersama mereka, rengkuhlah mereka dengan mesra, dekaplah mereka dengan penuh kasih sayang dan kelembutan, ajari dan bimbinglah mereka dengan sepenuh hati dan jiwa. Mereka membutuhkan bimbingan, pendidikan, nasehat, dan peringatan. Mereka sangat haus dengan ilmu syar’i melebihi hausnya mereka dari sekedar minuman tersegar di tengah terik mentari, mereka sangat lapar dengan hidangan gizi Ilahi melebihi laparnya mereka dari sekedar makanan yang paling bergizi…

Iklan

1001 reasons to stay happy and grateful: going-to-work-using-commuterline edition

  1. Dapet duduk di Cilebut
  2. Dapet duduk di Bojonggede
  3. Dapet duduk di Citayam
  4. Dapet duduk di Depok
  5. Dapet duduk di Depok Baru
  6. Dapet duduk di Pondok Cina
  7. Dapet duduk di Universitas Indonesia
  8. Dapet duduk di Universitas Pancasila
  9. Dapet duduk di Lenteng Agung
  10. Dapet duduk di Tanjung Barat
  11. Dapet duduk di Pasar Minggu
  12. Dapet duduk di Pasar Minggu Baru
  13. Dapet duduk di Duren Kalibata
  14. Dapet duduk di Cawang
  15. Dapet duduk di Tebet
  16. Dapet duduk di Manggarai
  17. Dapet duduk di Cikini
  18. Dapet duduk di Gondangdia (tetep harus disyukuri. Lumayan lah. Siapa tau di Gambir ketahan sinyal)

Total: 29 dari 1001

*

Postingan ini dipublish sebagai peringatan bahwa besok sudah masuk kerja. Welcome back rutinity!

But seriously, sebagai pengguna commuterline selama 3 tahun ini, dapat duduk itu sebuah anugerah banget karena yahhh sebagai laki” yang masih muda, saya kebagian berdiri terus euy. Heuheuheu

Oh ya, karena 1001 thingy ini menarik, ke depannya akan ada banyak postingan kayak gini. Hehehe. Tentu saja, gak akan 1001. Lebih malah. Lha wong nikmat dari Allah kan uncountable.

Baarakallahufiikum

shafiyyah 4 years

Juni 2014

Setelah hampir lebih dari 5 jam berusaha melahirkanmu melalui proses normal, akhirnya Ibumu menyerah juga, nak. Ia relakan perutnya untuk dibedah hanya untuk mengeluarkanmu… Seorang bayi merah gemuk bermata sipit yang kata orang yang melihatmu…. Aduh cantik sekali…

Kehadiranmu sungguh memberikan warna bagi kami, nak. Setelah 4 bulan menikah dan hasil testpack yang senantiasa negatif, kami akhirnya mengikuti program agar Ibumu bisa hamil. Syukur alhamdulillah, percobaan pertama berjalan sukses dan akhirnya Ibumu mengandungmu…

Kedatanganmu ke dunia membuat banyak orang bahagia, nak. Engkaulah cucu pertama dari keluarga Ayah dan Ibumu. Tak terhitung senyum yang terkembang dan rasa syukur yang terucap saat Kakek, Mami, Uti, dan Mbah menggendongmu dan mendekapmu…

Selama 4 tahun, kamu menemani kami berpindah kontrakan dari Bintaro, Cilebut, Ciparigi, hingga sekarang yang terakhir insyaAllah di Ciburial. Mulai dari rela berhujan”an ke Cileungsi, berdesak”an di transjakarta ke Slipi, hingga sempit”an di atas motor bebek ke Puncak sudah kau lalui semua. Sungguh engkau anak yang tangguh, nak…

4 tahun sudah. Engkau suka sekali bermain make up milik Ibumu atau main masak”an dengan teman imajinermu. Sayangnya, terkadang kamu masih belum mau ngalah dengan adikmu. Ingat ya sayang, akhir tahun ini, adikmu bakalan ada 2. Sering” ngalah ya nak. Jadilah kakak yang baik…

4 tahun sudah. Kalo di rumah, seringkali engkau kecentilan sendiri kalo lagi ngaca. Alhamdulillah perilaku itu gak kamu lakukan kalau kami bawa ke masjid. Engkau diam dan duduk dengan anteng dan anggun selayaknya anak perempuan… Tapi sapaan dari jamaah yang lain jangan lupa kamu jawab, nak. Terlalu diam juga gak bagus, sayang…

4 tahun sudah. Tak terasa bayi cantik itu akan masuk sekolah TK tahun ini. Berjanjilah untuk selalu menjadi anak Ayah dan Ibu yang shalehah ya, nak. Ayah dan Ibu sayang Shafiyyah…

surabaya update 11 juni 2018

  1. Masjid Al Iman Sutorejo sekarang menerapkan manajemen “get your own ifthar”. Jadi begitu jamaah sampai di masjid, mereka akan disambut 2 line. Pria dan wanita. Setelah ngantre, mereka akan diberi teh, kurma, jajanan, dan kupon nasi kotak (untuk ditukar setelah shalat Maghrib). Pros: mengurangi kekacauan seperti kurangnya jatah orang lain jika makanan dihidang, lebih tertib karena setelah makan mereka akan buang sampah masing” ke tong sampah. Cons: kenapa gak diterapin dari dulu yak. Ide brilian ini.
  2. Spanduk #KamiTidakTakut dan #TerorisJancok masih dapat ditemui di beberapa penjuru kampung dan jalan” arteri. Surabaya gak akan kalah oleh aksi terorisme…
  3. Muter” keliling Surabaya sekarang banyak perubahannya. Kali Mas sepanjang Siola sampai Monkasel sekarang ada lampu hiasnya. Cantik deh. Sayangnya cuman sampai situ doang. Kalau sepanjang Kayoon juga dipasang tentunya akan membuat wisata kuliner di Kayoon jadi lebih instagrammable yah.
  4. Trotoarnya lebar”. Saya perhatikan di sepanjang Siola, Urip Sumoharjo, Raya Darmo sampai Basuki Rahmat sekarang kalo malem banyak pemuda nongkrong. Kemarin malem saya lihat sih kebanyakan pada main gawai. Pada bikin instastories atau youtube entahlah. Yang pasti nongkrong di sana jadi nyaman selain karena lebar dan bersih, juga bebas dari PKL.
  5. Tunjungan Plaza saiki gedunge dhuwur rek. Manglingi banget! Senengnya, fasad depan dari eks Toko Nam dibiarin. Alhamdulillah, cagar budaya ituh.
  6. Cuman perasaan saya aja apa sentra kuliner di Surabaya sekarang makin banyak ya. Bagusnya, kebanyakan yang saya lihat sih rame semua euy. Ancen wong Suroboyo senengane andok (makan di luar rumah)! Hahaha

breaking the fast with old friends

Menjelang Lebaran dan dimulainya musim mudik, undangan buka bersama datang bertubi”. Well, saya bukannya gak setuju dengan konsep buka bersama. Tidak. Saya setuju sekali malah

Malahan, Sabtu kemarin, segenap pengurus dan calon wali murid TK dan TA Anshorussunnah Bogor mengadakan buka bersama di rumah Brigadir Polisi Miyadi alias Abu Nafisah. Tujuan dari buka bersama kala itu jelas. Dimulai pukul 16.30 untuk berdiskusi tentang tahun ajaran baru TA dan TK Anshorussunnah dan pengelolaan ta’lim di Kota Bogor pasca Ramadhan, alhamdulillah diskusi berjalan lancar hingga Maghribpun tiba.

Selepas shalat Maghrib berjamaah, kami pun melanjutkan diskusi dengan menyantap makan malam yang sudah disediakan sampai dengan adzan Isya berkumandang. Setelah itu, kami pamit kepada Abu Nafisah untuk melanjutkan shalat tarawih di tempat masing”.

Konsep seperti itu yang saya suka. Jelas. Gak neko”. Focused.

Masalahnya, kebanyakan bukber yang pernah saya ikuti biasanya mengandung satu atau seluruh unsur dari

  1. Ngomong ngalor-ngidul membahas nostalgia masa lalu
  2. Foto” dan update di media sosial
  3. Ngomong ngalor-ngidul lagi hingga bablas gak shalat tarawih

Bagi saya yang gak suka foto”, ngomong ngalor-ngidul (I’m an introvert, by the way), dan sengaja memfokuskan diri agar rutin tarawih di Ramadhan kali ini, tentu saja undangan bukber” tersebut saya abaikan.

Jadii…….

Maafkan aku ya teman” esemaku yang kurindukan, undangan buka bersama di Gresik terpaksa tidak aku hadiri…

Have fun, guys!

Baarakallahufiikum

N.B. Faktor istri lagi hamil, anak yang lagi aktif”nya, dan kemampuan nyupir yang gak mahir” amat sebenarnya memegang peran penting di sini. Xixixi

tiring prayer

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

ﺇﻥَّ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ ﻟَﻴُﺼَﻠِّﻲ ﺳِﺘِّﻴﻦَ ﺳَﻨَﺔً ﻣَﺎ ﺗُﻘْﺒَﻞُ ﻟَﻪُ ﺻَﻼَﺓٌ، ﻟَﻌَﻠَّﻪُ ﻳُﺘِﻢُّ ﺍﻟﺮُّﻛُﻮﻉَ ﻭَﻻَ ﻳُﺘِﻢُّ ﺍﻟﺴُّﺠُﻮﺩَ، ﻭَﻳُﺘِﻢُّ ﺍﻟﺴُّﺠُﻮﺩَ ﻭَﻻَ ﻳُﺘِﻢُّ ﺍﻟﺮُّﻛُﻮﻉَ.

“Sungguh ada seseorang yang benar-benar mengerjakan shalat selama 60 tahun namun tidak ada yang diterima shalatnya walaupun hanya sekali saja, hal itu mungkin karena dia menyempurnakan rukuk namun tidak menyempurnakan sujud, atau dia menyempurnakan sujud namun tidak menyempurnakan rukuk.

Silsilah ash-Shahihah, no. 2535

*

Suatu malam, karena waktu sudah mepet, saya harus menunaikan shalat tarawih di dekat Stasiun Cilebut. Prosese shalat isya berjalan lancar. Khidmat. Khusyu’.

Setelah itu, saya bertanya ke orang sebelah saya

“Pak, ini tarawihnya berapa rakaat? 11 atau 23?”

“………….23, mas”

Supaya lebih mempersiapkan diri, mengingat waktunya yang kemungkinan besar akan berjalan lama, saya buang air kecil dulu di kamar mandi. Setelah itu, bersiaplah saya tarawih. Eh, orang di sebelah saya tadi nyeletuk

“Wah, imamnya yang ini cepet banget, mas”

Sekelebatan dari shaf belakang, ya memang imamnya ganti sih. Gak nyangka, omongan si bapak terbukti. Shalatnya emang bener cepett bangetttttttt. Bayangin, 20 rakaat kami tempuh dalam waktu sesingkat-singkatnya 20 menit kurang. Berarti kalo dirata” ya 1 rakaatnya kurang dari semenit

Iki shalat model opo ya. Berasa banget lho gak ada tuma’ninahnya kalo pake standar saya. Baru ruku’, eh udah berdiri. Baru berdiri, eh udah sujud. Baru sujud, eh udah duduk. Lah, saya aja belum baca bacaan” ruku, i’tidal, dan sujud, nih imam udah main lanjut aja.

Bukannya enak, malah badan pegel banget karena gerakannya yang simultan dan kecepetan. Saya jadi inget hadits di atas. Duh nyesel lah shalat tarawih di masjid itu lagi…

Baarakallahufiikum