1st time going to school

Jadi ceritanya, resmi sudah Shafiyyah jadi siswi TK Anshorussunnah, Bogor

Memang harus diakui. TK tersebut memang kami yang mendirikan. Yang ngajar? Istri” kami. Bahan ajar? Alhamdulillah, sudah disediakan. Pokoknya anak” kami ya kami yang mengajar. Terkesan eksklusif? Di satu sisi memang iya, tetapi di sisi lain ini jadi cara kami untuk membentengi anak” kami dari teman” yang buruk dan cara mengajar yang gak sesuai

(Well, membentengi dari teman yang buruk mungkin kurang cocok karena dalam perjalanannya, kita akan menemui banyak yang modelnya seperti itu. Jadi, mungkin bukan membatasi temannya, tapi membentengi anaknya dari pengaruh yang buruk ya. CMIIW)

Lah ini kenapa jadi melenceng ke sini pembahasannya?

Jadiii, sejak usia 2 tahun, Shafiyyah sudah sering dibawa istri saya ngajar di TK tersebut. Jadi memang dia sudah mengenal lingkungan, teman”nya, dan calon teman sekelasnya (kan banyak juga istri” lain yang bawa anak”nya yang masih kecil yang kala itu seusia Shafiyyah). Hehehe.

So yes, malam sebelum sekolah, dia udah tahu siapa teman”nya

“Mau sekolah sama Ibrohim ya buk? Sama Syifa, Aisy, Asma’. Pokoknya banyak deh”

(Sayangnya saya tidak bisa mengantar dia di hari pertama sekolah. Pun, saya juga tidak bisa mengambil cuti. Dear pak Anies, jadi Menteri Pendidikan lagi gih. Hehehe)

Kata istri saya, Shafiyyah anteng di sekolah. Belajar ngelipet prakarya, belajar ngaji, bermain perosotan (ya namanya juga masih TK A. What do we expect? Belajar perkalian?) Alhamdulillah pokoke harapan Ayah mah kamu nyaman di sekolah, nduk.

Daannn, mungkin karena euforia yang terlalu besar di paginya, dia jadi kecapekan di malamnya. Terbukti jam 9 udah tepar.

Tetep semangat ya, nduk…

Baarakallahufiikum

Iklan